Tags

, , , , ,

September 8, 2016

JAKARTA (Manjanik.net) – Sudah menjadi rahasia umum kalau sidang kopi Sianida Jessica Kumolo Wongso atau soal kematian Wayan Mirna Salihin memang membikin bosan dan sebal.

Pertanyaan yang kemudian muncul dalam benak masyarakat adalah, kenapa sidang Jessica kok sampai ditayangkan berjam-jam sih?

Kalau kamu termasuk orang yang suka menonton TV disaat pagi dan siang pada hari Rabu atau Kamis, pasti ada sebuah acara yang sangat kamu kenal. Bukan, ini bukan serial Uttaran atau Jin dan Jun yang diputar secara berulang-ulang, melainkan adalah “tayangan drama” sidang Jessica. Yap, ini adalah kali pertama sidang perkara kriminal yang tidak menjerat pejabat dan ditayangkan berjam-jam lamanya.

Tentu pertanyaan terbesar dari masyarakat yang sudah sangat bosan melihat wajah Jessica Kumala Wongso dan pengacaranya, yakni Otto Hasibuan adalah kenapa sih kok ditayangkan terus dan berulang-ulang? Kenapa sejumlah stasiun TV seperti TVOne, Kompas TV dan iNewsTV mau menayangkan sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu? Jawabannya adalah sederhana, yakni soal rating dan iklan.

Bagi masyarakat yang bekerja di media elektronik, pasti tahu kalau rating akan mempengaruhi pendapatan. Dan di mana ada program berating tinggi, pasti akan terus diperpanjang jam siarnya, dan kalau bisa ditayangkan setiap hari. Sebut saja contoh mudahnya adalah sinetron Tukang Bubur Naik Haji (RCTI) atau Mahabharata (ANTV) yang sempat merajai rating dan malah ditayangkan lebih dari dua jam setiap harinya. Kamu bosan? Jelas. Tapi bagi pemilik stasiun TV, selama pundi-pundi uang mengalir, maka akan terus ditayangkan dan mereka takkan peduli ada pihak yang mencemooh.

Hal itu pula yang terjadi pada penyiaran sidang Jessica. Situs Tirto.id melaporkan dalam sidang ke-11 yang digelar pada 10 Agustus 2016 lalu, share Kompas TV melejit jadi 5,64% dan TvOne jadi 5,68%! Bandingkan dengan Metro TV yang tidak menayangkan sidang Jessica dan cuma mendapat 1,62%. Padahal jika tak menayangkan sidang Jessica, share rata-rata harian Kompas TV cuma 2,06% dan TvOne mencatat 3,43% saja.

Dan jika mendapat rating atau share yang tinggi, apa yang akan ikut meningkat? Tepat, jawabannya adalah iklan.

Dan hukum bisnis manapun jika iklan meningkat, maka uang akan datang. Meskipun perwakilan TV-TV yang menayangkan sidang kopi Sianida menyebut tak ambil untung, fakta yang ada justru berbeda. Data yang diambil Tirto.id dari Adstensity membuktikan kalau ketiga TV yang menayangkan sidang Sianida meraih peningkatan pendapatan.

Contoh saja, dalam sidang 3 Agustus 2016 lalu, TvOne mendapat uang sebesar Rp 9,9 M, padahal dua hari sebelumnya meraih Rp 3,8 M dan sehari setelah sidang jadi Rp 5,8 M. Atau dalam sidang tanggal 1 September 2016 kemarin, TvOne mencatat raihan Rp 3,7 M dan Kompas TV memperoleh Rp 1,8 M. Jadi, masihkah mengeluh kenapa sidang kopi Sianida ini tak kunjung usai? Jawabannya karena pemilik TV hanya mengejar rating dan pundi-pundi uang.

Advertisements